
Those Shocking, Shaking Days: Indonesian Hard, Psychedelic, Progressive Rock and Funk 1970–1978 adalah album kompilasi yang dirilis oleh label Amerika Serikat Now-Again Records pada tahun 2011. Album ini berisi 20 lagu dari berbagai band Indonesia era 1970-an, menyoroti masa keemasan musik bawah tanah yang sarat dengan nuansa rock keras, progresif, psikedelik, dan funk, di tengah situasi politik Orde Baru yang membatasi ekspresi kebudayaan Barat.
Kompilasi ini menghadirkan rekaman langka dari grup-grup penting beberapa diantaranya band band asal Bandung seperti The Gang of Harry Roesli, The Rollies, Freedom of Rhapsodia, Shark Move, dan Benny Soebardja & Lizard, yang sebagian besar sulit ditemukan dalam bentuk aslinya. Melalui proses riset dan restorasi audio yang mendalam, Those Shocking Shaking Days menjadi arsip penting yang memperkenalkan periode eksperimental musik Indonesia ke pendengar dunia, serta menegaskan posisi Bandung dan Indonesia dalam peta sejarah musik global.
The Rollies

The Rollies adalah kelompok musik legendaris asal Bandung yang berdiri pada tahun 1967, dikenal karena perpaduan gaya soul, funk, dan rock progresif yang khas pada masa keemasan musik Indonesia era 1970-an. Band ini digawangi oleh formasi utama yang terdiri atas Delly Rachman (vokal utama), Bangun Sugito atau Gito Rollies (vokal/gitar), Benni Likumahua (bass), Rudy Badil (saksofon), Iwan Krisnawan dan Herman Gelly (gitar), Tan Ek Tjoan (keyboard/organ Hammond), serta Robby Zaidan di posisi drum.
Berawal dari komunitas pelajar Bandung yang menggemari musik Barat tepatnya Rolling Stones, The Rollies tumbuh dan dikenal karena garap musiknya dengan pengaruh soul, funk, serta psychedelic rock dengan identitas lokal. Lagu mereka “Bad News” yang masuk dalam kompilasi Those Shocking Shaking Days track ke 3 menjadi penanda penting kontribusi The Rollies terhadap perkembangan musik modern Indonesia, sekaligus menegaskan posisi Bandung sebagai salah satu pusat inovasi musik pada dekade tersebut.
Eksperimen dalam lagu “Bad News” menunjukkan perpaduan brass section yang rapat, groove bass yang tegas, dan aransemen vokal yang teatrikal. Ini bukan sekadar bermain musik, mereka membangun atmosfer, performa, dan identitas bunyi. Di Bandung, The Rollies menjadi simbol keterbukaan terhadap pengaruh global tanpa kehilangan konteks lokal banyak band generasi berikutnya mengakui pengaruh mereka dalam hal kedisiplinan musikal dan semangat improvisasi.
Freedom of Rhapsodia

Freedom of Rhapsodia grup rock progresif asal Bandung yang terbentuk pada akhir dekade 1960-an, dikenal sebagai salah satu pionir musik rock eksperimental di Indonesia. Awalnya bernama Rhapsodia, band ini digawangi oleh musisi seperti Harry Sabar, Albert Warnerin, dan Iwan Madjid, yang kemudian juga terlibat di proyek-proyek besar lain dalam skena musik nasional.
Freedom of Rhapsodia membawa semangat lain dari Bandung yaitu semangat kebebasan. Di era di mana ekspresi musikal dibatasi, mereka berani tampil dengan lirik berbahasa Inggris dan gaya yang mengingatkan pada band-band rock Barat. Namun yang menarik bukan hanya pengaruh Baratnya, melainkan bagaimana mereka memaknai “freedom” yang juga merupakan track ke 17 dari album Those Shocking Shaking Days, sebagai ide kebebasan untuk mencoba, untuk tidak takut aneh, untuk bermain di luar pakem. Di Bandung, sikap ini kemudian menjadi akar dari kultur “band eksperimental kampus” yang marak pada 1980-1990an.
Shark Move

Shark Move adalah kelompok musik progresif rock asal Bandung yang dibentuk pada tahun 1970 oleh Benny Soebardja, bersama Jockie Surjoprajogo (keyboard) dan Donny Fattah (bass), dua nama yang kelak dikenal luas melalui kiprahnya di God Bless. Band ini merupakan salah satu pionir penting dalam sejarah musik rock Indonesia karena menjadi contoh awal semangat kemandirian dan eksplorasi musikal di luar industri besar Jakarta. Musik mereka banyak dipengaruhi oleh kelompok-kelompok progressive rock Inggris seperti Yes, Genesis, dan Emerson, Lake & Palmer, tetapi dengan warna lokal yang kuat dan lirik-lirik berbahasa Indonesia yang bernada sosial dan filosofis.
Pada tahun 1970–1972, Shark Move merekam satu-satunya album studio mereka berjudul Ghede Chokra’s, yang kini diakui sebagai salah satu album prog rock paling penting dan langka dari Indonesia. Album ini dirilis secara mandiri di Bandung, menjadikannya salah satu rilisan independen pertama di Indonesia, sebelum konsep “indie label” dikenal luas. Lagu “Evil War” dari album tersebut kemudian dipilih untuk dimasukkan dalam kompilasi Those Shocking Shaking Days tack ke 4. Melalui kompilasi ini, karya Shark Move kembali dikenalkan ke publik dunia, menegaskan peran mereka sebagai pelopor gerakan musik progresif dan eksperimental Bandung yang berani menabrak arus utama dan membuka jalan bagi munculnya generasi musisi independen berikutnya, termasuk proyek lanjutan Benny Soebardja seperti Benny Soebardja & Lizard dan Giant Step.
Benny Soebardja & Lizard

Benny Soebardja & Lizard adalah proyek musik progresif rock asal Bandung yang digagas oleh Benny Soebardja pada pertengahan tahun 1970-an, setelah bubarnya band legendarisnya, Shark Move. Benny, yang lahir di Tasikmalaya pada tahun 1949, merupakan musisi dan komposer dengan latar belakang intelektual dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia dikenal sebagai salah satu pionir musik progressive dan psychedelic rock di Indonesia yang berani memadukan semangat kebebasan artistik dengan idealisme sosial. Dalam proyek Lizard, ia bekerja sama dengan sejumlah musisi Bandung seperti Sari Narulita (vokal), Albert Warnerin (gitar), Didiek S.S. (flute dan saksofon), serta beberapa kolaborator lain yang berganti-ganti seiring waktu.
Musik Benny Soebardja & Lizard mencerminkan kematangan eksplorasi Benny dalam menyatukan kompleksitas musikal khas progressive rock Inggris seperti Genesis atau King Crimson dengan nuansa reflektif yang kental akan spiritualitas dan kritik sosial. Mereka merilis beberapa album penting secara independen di Bandung, di antaranya Gimme a Piece of Gut Rock (1975) dan Night Train (1978), yang kini dianggap sebagai tonggak penting dalam sejarah musik progresif Indonesia. Salah satu karya mereka yang paling dikenal, “Candle Light,” kemudian dipilih masuk ke dalam album kompilasi internasional Those Shocking Shaking Days track ke 10.
Keterlibatan Benny Soebardja & Lizard dalam kompilasi tersebut tidak hanya membuka akses global terhadap karya progresif Indonesia, tetapi juga menegaskan peran Bandung sebagai pusat lahirnya ide-ide musikal eksperimental di Asia Tenggara. Melalui proyek ini, Benny Soebardja menempatkan dirinya sebagai figur jembatan antara semangat rock Barat dan kepekaan intelektual lokal, sekaligus memperlihatkan bahwa musik bisa menjadi medium perlawanan, refleksi, dan kebebasan berpikir dalam konteks budaya Indonesia 1970-an.
The Gang of Harry Roesli

The Gang of Harry Roesli adalah kelompok musik eksperimental dan progresif asal Bandung yang dibentuk pada awal tahun 1970-an oleh Harry Roesli komposer, aktivis, sekaligus tokoh penting dalam sejarah musik kontemporer Indonesia. Dalam band ini, Harry berperan sebagai vokalis, komposer, pemain keyboard, dan pemimpin artistik, sementara formasi pendukungnya mencakup sahabat-sahabatnya seperti Hari Pochang, Albert Warnerin, Sonny Raden Beberapa versi juga menyebut ada anggota tamu seperti Deden Kurnia dan Indra Rivai dan sejumlah musisi Bandung lain yang aktif dalam dunia seni eksperimental.
Harry Roesli Gang dikenal melalui album legendaris Philosophy Gang (1973), rilisan yang menandai titik penting dalam sejarah rock progresif Indonesia. Album ini menggabungkan elemen rock, jazz, funk, dan musik tradisional Sunda, dengan lirik-lirik kritis yang merefleksikan situasi sosial-politik masa itu. Direkam di Bandung dengan semangat eksperimentasi yang tinggi, karya ini merepresentasikan semangat intelektual dan kebebasan berpikir yang tumbuh di lingkungan mahasiswa ITB pada dekade 1970-an. Lagu “Don’t Talk About Freedom” dari album tersebut kemudian dipilih untuk dimasukkan dalam kompilasi internasional Those Shocking Shaking Days track ke 13.
Keterlibatan lagu itu dalam kompilasi tersebut memperkenalkan Harry Roesli Gang ke khalayak global sebagai simbol gerakan musik progresif dan politis dari Indonesia. Melalui proyek ini, musik Harry Roesli diakui sebagai bagian dari kanon rock eksperimental dunia ketiga, menempatkan Bandung sebagai salah satu pusat penting lahirnya gagasan musikal avant-garde di Asia Tenggara. Philosophy Gang dan jejak Harry Roesli Gang tetap menjadi inspirasi bagi generasi musisi kontemporer Bandung yang terus melanjutkan semangat eksploratif dan kritisnya hingga hari ini.
Penutup
Menulisa kembali jejak band-band Bandung dalam album kompilasi Those Shocking Shaking Days bukan sekadar usaha merunut sejarah musik, tetapi juga tindakan merawat memori kolektif tentang semangat kebebasan dan eksperimen di tengah tekanan budaya pada era Orde Baru. Kompilasi ini menjadi semacam artefak sonik yang mempertemukan masa lalu dan masa kini, memperlihatkan bahwa Bandung telah lama menjadi ruang lahirnya gagasan-gagasan musikal yang progresif, kritis, dan mendobrak batas.
Melalui pengarsipan ulang ini, harapannya kita dapat mengingat kembali akar eksplorasi yang telah tumbuh puluhan tahun lalu di ruang-ruang kampus, studio sederhana, dan panggung kecil kota, seraya menyadari bahwa inovasi artistik selalu lahir dari keberanian untuk berbeda. Maka, Those Shocking Shaking Days bukan hanya rekaman nostalgia, melainkan juga pengingat bahwa Bandung adalah laboratorium ide yang terus berdenyut, tempat di mana musik menjadi bahasa perlawanan, percobaan, dan pencarian makna.
pustaka
Now-Again Records. (2011). Those Shocking Shaking Days: Indonesian Hard, Psychedelic, Progressive Rock and Funk, 1970-1978 [Album kompilasi]. https://nowagainrecords.bandcamp.com/album/va-those-shocking-shaking-days Now-Again Records
Now-Again Records. (2010, December 19). Various – Those Shocking Shaking Days [Catalogue entry]. https://www.nowagainrecords.com/various-those-shocking-shaking-days/ nowagainrecords.com
Egon. (2010, December 2). The lo-fi legacy of Indonesia. NPR. https://knpr.org/2010-12-02/the-lo-fi-legacy-of-indonesia knpr.org
SuperLive. (2017, August 31). ‘Those Shocking Shaking Days’, harta karun rock Indonesia. SuperBuzz. https://superlive.id/supermusic/artikel/super-buzz/menilik-lebih-dalam-harta-karun-eksotis-rock-indonesia-bernama-those-shocking-shaking-days Superlive
Extreme Moshpit TV. (n.d.). Extreme Moshpit Icon: The Rollies. https://extrememoshpit.tv/issue/extreme-moshpit-icon-the-rollies extrememoshpit.tv
Wikipedia. (n.d.). The Rollies. https://id.wikipedia.org/wiki/The_Rollies Wikipedia
Bass & Funk Archive. (n.d.). Those Shocking Shaking Days: Indonesian Hard, Psychedelic, Progressive Rock and Funk 1970-1978 – Blog entry. https://rocksoundhardcore.blogspot.com/2011/06/those-shocking-shaking-days-indonesian.html rocksoundhardcore.blogspot.com
Tempo. (2011, March 27). ‘“Those Shocking Shaking Days” dijual di Jakarta hari ini’. Tempo Teroka. https://www.tempo.co/teroka/-those-shocking-shaking-days-dijual-di-jakarta-hari-ini-nbsp–1751479 tempo.co

Tinggalkan Balasan