-
Bunyi yang Menghidupkan Ingatan: Larasonic Ensemble di Balik Pertunjukan RUMAH, Satu Abad Rahmi Hatta
Sabtu, 5 September 2026, Tennis Indoor Senayan, Jakarta, menjadi sebuah momen perayaan satu abad usia Siti Rahmiati Hatta. Perayaan puncak ini bertajuk RUMAH, sebuah pertunjukanyang juga menjadi karya kolaboratif berkonsep fashion performance art yang diselenggarakan oleh Yayasan Meutia Hatta Swasono, dan disutradarai oleh dramawan senior Wawan Sofwan. Di atas panggung terserbut, sejarah kehidupan Rahmi Hatta…
-
Pongdut/Jaipong Dangdut: Kemasan Seni yang Memajukan atau Justru Merusak Tradisi?
Perubahan selera masyarakat terhadap hiburan mendorong kesenian tradisi untuk terus mencari cara agar tetap memiliki tempat dalam kehidupan sosial. Salah satu bentuknya dapat dilihat melalui sebuah kemasan seni pertunjukan bernama pongdut atau jaipong dangdut, yang mempertemukan sajian jaipongan dengan sajian dangdut dalam satu pertunjukan. Kemasan ini dapat dipahami sebagai strategi adaptasi, yaitu ketika dangdut memiliki…
-
Ibu Tating Sariningsih: pesinden di Balik lagu “Oncom Gondrong” yang Terlupakan
kemunculan lagu “Oncom Gondrong” Ada lagu yang tetap hidup meskipun sejarah tentang siapa yang pernah menyanyikannya perlahan berubah dalam ingatan masyarakat. Oncom Gondrong adalah salah satunya. Lagu ini hingga sekarang masih dikenal dan dinyanyikan kembali dalam berbagai bentuk pertunjukan musik Sunda. Akan tetapi, ketika lagu Oncom Gondrong disebut, ingatanmasyarakat pada masa kini lebih sering mengarah…
-
mang ayi dan carita pantun: Pelestarian dan pengembangan bukanlah aliran, melainkan sebuah metode keberlanjutan
Sekilas tentang Mang Ayi dan Carita Pantun Ayi Ruhiyat, atau yang lebih dikenal sebagai Mang Ayi Basajan, adalah salah satu seniman Sunda dan praktisi carita pantun. Lahir di Sumedang sekitar tahun 1967 yang hingga kini masih aktif melestarikan kesenian carita pantun, juga berkesenian bersama kelompoknya Dangiang Linggar Manik di wilayah Subang. Dalam konteks ini, carita…
-
Kenapa Indonesia Tidak Bisa Maju?: Kebodohan yang Tertanam dalam Lagu-Lagu Anak
Catatan Slamet Abdul Sjukur Tepat pada hari kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 2026, saya menemukan sebuah tulisan Slamet Abdul Sjukur yang diterbitkan dalam blog OnesGamelan pada 5 Januari 2009. Saya cukup terkejut ketika membaca judulnya yaitu “Kenapa Indonesia Tidak Bisa Maju?”. Awalnya saya mengira tulisan tersebut akan membahas persoalan Indonesia secara umum. Namun, dengan latar belakang…
-
Kesenian sebagai Mata Pencaharian: Refleksi atas Pemikiran Ki Hajar Dewantara
Ketika Kesenian Diarahkan Menjadi Mata Pencaharian Ada satu pertanyaan menarik yang dilontarkan oleh Tuan R.M. Soewardi sebagaimana terdapat dalam buku “Kebudayaan dan Pendidikan/Seni” yang disusun oleh Ki Hajar Dewantara, yaitu “Bagaimanakah jika seorang mempergunakan kesenian sebagai mata pencaharian?” Dan yang lebih menarik adalah pendapat beliau sendiri tentang pertanyaan tersebut,”Jika orang hendak mengarahkannya (kesenian) kepada mata…
-
Atik Soepandi: Meneliti, Mendokumentasikan, Menuliskan dan Mengilmiahkan Karawitan Sunda menjadi Sebuah Literatur
Pengetahuan Karawitan Dari Praktik Lisan menuju TULISAN yang Terdokumentasi Di antara nama-nama besar dalam sejarah karawitan Sunda, Atik Soepandi menempati posisi yang tidak banyak dimiliki tokoh lain. Ia bukan hanya dikenal sebagai seniman, pengajar, dan budayawan, tetapi juga sebagai seorang pemerhati literatur yang menyadari bahwa keberlangsungan sebuah tradisi tidak hanya ditentukan oleh praktik pertunjukannya, melainkan…
-
Membaca Ulang Estetika Karawitan Sunda melalui Musik Tiga Pagi
Karawitan sebagai Cara Berfikir Dalam diskursus musik Indonesia, karawitan masih kerap dipahami sebagai praktik musikal yang melekat pada seperangkat instrumen tradisional seperti gamelan, kacapi, serta instrumen lainnya yang erat dengan unsur kedaerahannya serta repertoar karya yang diwariskan secara turun-temurun. Cara pandang tersebut lahir dari sejarah panjang karawitan sebagai tradisi yang berkembang dalam ruang sosial dan…
-
Antara Hibriditas dan Otentisitas:Iwan Gunawan dan Persahabatan Musikal Kami yang Melintasi Tiga Benua
Pertemuan Pertama di Bandung Saya adalah seorang komposer, musisi, pendidik, dan jurnalis musik asal Kanada. Namun, yang paling relevan di sini mungkin adalah karier saya sebagai salah satu komposer pendiri, mantan direktur artistik, dan solois suling dari kelompok gamelan pertama Kanada, Evergreen Club Contemporary Gamelan (ECCG). ECCG didirikan pada tahun 1983 di Toronto oleh sekelompok…
-
Teguh Permana alias Tarawangsawelas: Eksplorasi sebagai Bentuk Penghormatan terhadap Tradisi
Di tengah perkembangan musik eksperimental Indonesia, hanya sedikit musisi yang menjadikan tradisi sebagai ruang penelitian yang terus bergerak. Sebagian besar eksplorasi musik tradisi berhenti pada upaya mengawinkan instrumen tradisional dengan perangkat modern. Namun, bagi Teguh Permana, eksplorasi bukan sekadar persoalan bunyi. Ia memandang tradisi sebagai cara berpikir, sistem pengetahuan, sekaligus pengalaman spiritual yang harus dipahami…
