ASMAT DREAM: Gagasan Pembaruan Musik Tradisi sebagai Lahan Eksperimen Komposer Sunda Era 1989

https://www.discogs.com/release/10731860-Suhendi-Afryanto-Dody-Satya-Ekagustdiman-Harry-Roesli-Nano-S-Asmat-Dream-New-Music-Indonesia-Vol-1-S

Dirilis pada tahun 1989 oleh label internasional Lyrichord Discs Inc. (New York,US), diproduseri oleh Jody Diamond dan Larry Polansky album Asmat Dream: New Music Indonesia, Vol. 1 (Sunda) menjadi tonggak penting dalam sejarah musik kontemporer Indonesia. Album ini bukan sekadar dokumentasi bunyi, melainkan sebuah pernyataan estetik dan intelektual tentang bagaimana musik tradisi dapat diperbaharui, diolah, dan ditempatkan dalam percakapan global tentang musik baru (new music). Para komponis yang terlibat Dody Satya Ekagustdiman, Nano S., Suhendi Afryanto, dan Harry Roesli mewakili generasi yang berani menafsirkan ulang identitas musikal Sunda melalui bentuk dan medium yang melampaui batas konvensional.

“‘Asmat Dream’ adalah koleksi karya yang unik dan mendebarkan, yang dihasilkan oleh cendekiawan dan komposer terkemuka Jody Diamond dan Larry Polansky. Karya empat komposer Indonesia kontemporer yang brilian Nano S., Dody Satya, Suhendi, dan Roesli mencerminkan kekayaan tradisi musik Sunda sekaligus pengalaman hidup mereka di masa kini. Instrumentasi gamelan tradisional, instrumen adat dari beragam budaya, dan instrumen ciptaan komposer sendiri dipadukan dengan teknik rekaman yang canggih. Komposisi-komposisi ini menantang dan memperluas pemahaman kita tentang ekspresi tradisional dan memberi kita pengalaman musik yang benar-benar baru dan mempesona.” (Tulisan yang diterjemahkan dari cover CD album Asmat Dream).

Konteks Pembaruan Musik Tradisi

Album ini lahir dari semangat pasca-1970-an, ketika Bandung tumbuh sebagai laboratorium ide-ide baru dalam seni suara. Di tengah iklim akademik yang dibangun oleh institusi seperti KOKAR dan ASTI Bandung, muncul kesadaran baru bahwa tradisi tidak harus dimaknai sebagai bentuk statis. Musik Sunda dengan perangkat gamelan, kacapi, dan suling dilihat kembali bukan sebagai “warisan masa lalu,” melainkan sebagai sumber energi kreatif yang bisa direkonstruksi melalui pendekatan modern: komposisi kontemporer, improvisasi, serta pemanfaatan teknologi elektronik.

Sumber: https://rateyourmusic.com/label/lyrichord/

Lyrichord, record label asal US yang sebelumnya dikenal melalui rilisan etnomusikologis, memilih menghadirkan Indonesia melalui “bunyi yang baru”. Dalam konteks global, Asmat Dream menegaskan bahwa Asia Tenggara bukan sekadar wilayah dokumentasi etnik, melainkan produsen gagasan musikal modern yang berdialog dengan dunia.

“Dija” (13:21) – Dody Satya Ekagustdiman

https://www.last.fm/music/Dody+Satya+Ekagustdiman/_/Dija

Dody Satya Ekagustdiman lahir pada 1 Agustus 1961 di Bandung, Jawa Barat, ke dalam keluarga yang kuat akar seni karawitan—ayahnya adalah pemerhati karawitan Sunda, sehingga sejak kecil Dody telah akrab dengan kecapi, gamelan, dan tradisi Sunda. Ia menempuh pendidikan karawitan di SMK Negeri 10 Bandung dan Akademi Seni Tari Indonesia (kini ISBI Bandung), lalu mendapatkan beasiswa DAAD untuk studi lanjutan di Musikhochschule Freiburg, Jerman. Pengalaman antara tradisi Sunda dan musik kontemporer barat menjadikannya sebagai komponis inovatif yang bereksperimen dengan struktur, bunyi, dan instrumen lintas budaya; karya-karyanya telah dipentaskan di sejumlah festival internasional dan ia aktif sebagai pengajar komposisi dan karawitan di Bandung.

Karya pembuka, “Dija”, oleh Dody Satya Ekagustdiman, menandai perjalanan meditatif yang mempertemukan ritme kacapi, suling, gamelan dengan bentuk repetitif dan tekstur vokal yang membangun atmosfer spiritual. Dody, yang dikenal sebagai pengajar sekaligus komponis dengan sensitivitas terhadap suara gamelan, menciptakan lanskap bunyi yang bergerak antara struktur dan kebebasan. “Dija” menjadi refleksi terhadap bagaimana sistem laras dan dinamika tempo dalam musik Sunda dapat diolah menjadi bentuk minimalisme tropis membuka ruang untuk kontemplasi antara modernitas dan akar lokal.

“Galura” (6:58), “Jemplang Polansky” (6:28), dan “Galura (W/Suling)” (6:57) – Nano S.

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/4/4a/Nano_Suratno_%28foto_dokumen_Indonesia_Proud%29.jpg

Nano S., nama panggung dari Nano Suratno (lahir 4 April 1944 di Garut, Jawa Barat – wafat 29 September 2010 di Bandung), adalah seorang komponis dan pendidik musik karawitan Sunda yang produktif dan inovatif. Ia menempuh pendidikan di Konservatori Karawitan Bandung (KOKAR) dan kemudian aktif mengajar di sekolah-sekolah karawitan di Bandung, sebelum kemudian menciptakan ratusan lagu dan karya karawitan yang menggabungkan unsur tradisi Sunda dan sentuhan modern. Karyanya yang paling dikenal, seperti “Kalangkang”, telah membantu memperkenalkan musik Sunda ke arena nasional dan internasional, sekaligus memperbarui gaya karawitan dan pop Sunda. Nano S. juga menjabat sebagai Kepala Taman Budaya Provinsi Jawa Barat (1995–2000) dan mendapatkan penghargaan atas kontribusinya dalam budaya Sunda.

Berbeda dari kiprahnya sebagai pembaharu lagu lagu sunda, dalam album ini, Tiga karya Nano S. memperlihatkan keberlanjutan eksperimen dari tradisi populer menuju musik seni kontemporer. Sebagai komponis yang dikenal melalui karya-karya pop Sunda, Nano menafsirkan kembali melodi degung dan kawih menjadi struktur orkestra yang kompleks. Dalam “Galura”, eksplorasi dalam permainan kacapi menunjukkan proses pembaruan yang subtil: struktur tradisional tetap dikenali, tetapi disusun ulang melalui teknik komposisi baru.“Jemplang Polansky” menghadirkan eksplorasi terhadap pertemuan bunyi bunyi instrument seperti gamelan, kacapi, suling, karinding, sedangkan versi “Galura (W/Suling)” menghadirkan dialog yang intim antara bunyi suling dan kacapi. Ketiga karya ini mencerminkan pandangan Nano bahwa pembaruan tidak berarti meninggalkan akar, tetapi memperluas makna bunyi Sunda ke wilayah konseptual dan ekspresif yang baru.

“Mbuh” (11:47) – Suhendi Afryanto

https://prabunews.com/pelaku-seni-tradisional-jawa-barat-belum-tersentuh-perhatian/

Suhendi Afryanto (lahir 23 Juli 1962 di Bandung, Jawa Barat) adalah komponis, akademisi dan praktisi musik tradisi Sunda yang dikenal karena karyanya yang menghubungkan karawitan, gamelan dan seni pertunjukan kontemporer. Ia memulai karier komposisi sejak awal 1980-an, kemudian bergabung sebagai dosen di Institut Seni Budaya Indonesia Bandung (ISBI Bandung) dan aktif mengajar etnomusikologi, komposisi, serta karawitan Sunda.

“Mbuh” karya Suhendi Afryanto ini menampilkan karakter eksperimental yang paling terbuka di antara semua karya dalam album. Judulnya sendiri “Mbuh”, yang berarti “tidak tahu” dalam bahasa Jawa mengandung semangat spontanitas dan keraguan kreatif. Suhendi menghadirkan tekstur bunyi yang fragmentaris: tabuhan perkusif dari kendang dan gamelan, karakter vokal pedalangan, dentingan kacapi, gesekan dan interaksi rebab dan suling, bahkan suara-suara yang mendekati kebetulan. Dalam konteks album, “Mbuh” berfungsi sebagai ruang ambang antara sistem musik tradisi dan eksperimentasi bebas, sebuah pencarian identitas bunyi yang menolak kategori baku. Ia mencerminkan semangat zaman ketidakpastian sebagai sumber kreativitas.

“Asmat Dream” (Track Penutup) – Harry Roesli

https://en.wikipedia.org/wiki/Harry_Roesli

Harry Roesli (lahir di Bandung, 10 September 1951 – wafat 11 Desember 2004) adalah komponis, musisi, dan aktivis sosial Indonesia yang dikenal karena perpaduan unik antara musik, teater, dan kritik sosial. Lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Koninklijk Conservatorium Den Haag, Belanda, ia merupakan salah satu tokoh penting dalam perkembangan musik eksperimental dan kontemporer Indonesia. Melalui kelompoknya, Harry Roesli Gang, ia menghadirkan gaya progresif rock dengan sentuhan politik dan humor satir, sementara karya-karya karawitan kontemporernya seperti Asmat Dream (1989) menunjukkan eksplorasi terhadap tradisi Nusantara dan teknologi elektronik.

Sebagai penutup, karya Harry Roesli yang menjadi judul album, “Asmat Dream”, membawa dimensi spiritual dan politis dari eksperimen bunyi Indonesia. Roesli menggabungkan unsur elektronik, instrumen gamelan, dan narasi imajiner tentang wilayah Asmat sebuah simbol keindonesiaan yang liar dan purba. Melalui komposisi ini, Roesli menegaskan bahwa musik tradisi bukan sekadar materi arkeologis, tetapi medan ideologis di mana identitas nasional dapat dinegosiasikan. Bunyi gamelan dipadukan dengan drone elektronik dan efek suara ambient, menghadirkan imaji antara ritual dan modernitas, antara lokalitas dan globalitas. “Asmat Dream” menjadi metafora tentang mimpi Indonesia modern mencoba bangun dari kolonialisme kultural, menuju kesadaran baru atas kekayaan bunyi sendiri.

Kesimpulan: Menuju Musik Sunda yang Kosmopolitan

Album “Asmat Dream” pada akhirnya adalah manifesto estetik generasi komponis Sunda yang menolak dikotomi antara tradisi dan modernitas. Para komponis di dalamnya menunjukkan bahwa “musik baru” tidak harus selalu mengadopsi konsep Barat, tetapi dengan mereinterpretasi bunyi tradisi melalui kesadaran konseptual dan peran teknologi. Dalam konteks sejarah musik Indonesia, karya-karya ini menjadi bukti bahwa pembaruan lahir bukan dari penolakan terhadap akar budaya, tetapi dari keinginan untuk menghidupkan kembali tradisi dalam bentuk yang relevan dengan zaman.

Lebih dari tiga dekade kemudian, Asmat Dream tetap bergema sebagai simbol penting dari semangat eksplorasi yang lahir di Bandung kota yang melahirkan wacana musik eksperimental Indonesia. Ia mengingatkan kita bahwa inovasi sejati selalu berakar pada keberanian untuk mendengar ulang suara sendiri.

pustaka

Lyrichord Discs. (1989). Asmat Dream: New Music Indonesia, Vol. 1 (Sunda) [CD]. New York: Lyrichord Discs. VaskiLibraries+2Iftawm+2

Whitehead, L. (2013). Reflections on composing for Balinese gendér wayang: The birth of Kala. Asian Music, 44(2), 114-142. Iftawm

Arimurti, I. (2008, June 14). [Ida Arimurti] Harry Roesli di kuping Denny Sakrie. Google Groups. Google Groups

Kelola Foundation. (n.d.). Dody Satya Ekagustdiman. Kelola Database Seniman Indonesia. Diakses 5 November 2025, dari https://kelola.or.id/database-seniman/dody-satya-ekagustdiman/

Venolism. (2017, Agustus 6). Dody Satya Ekagustdiman — komponis dan pengajar karawitan Sunda kontemporer [Blog post]. WordPress. Diakses 5 November 2025, dari https://venolism.wordpress.com/2017/08/06/dody-satya-ekagustdiman/

Wikipedia contributors. (2025, November 4). Dody Satya Ekagustdiman. In Wikipedia, Die freie Enzyklopädie. Diakses dari https://de.wikipedia.org/wiki/Dody_Satya_Ekagustdiman

Antara News Jawa Barat. (2010, September 30). Gubernur: Mang Nano seniman kaliber dunia. Antara News. Diakses 5 November 2025, dari https://jabar.antaranews.com/berita/27337/gubernur-mang-nano-seniman-kaliber-dunia

Banyolan Sunda. (2013, Juni 10). Profil Nano S. Blogspot. Diakses 5 November 2025, dari https://banyolansunda.blogspot.com/2013/06/profil-nano-s.html

KetikNews. (2023, Oktober 15). Nano Suratno: Maestro Sunda yang melegenda. KetikNews.id. Diakses 5 November 2025, dari https://www.ketiknews.id/tokoh-bicara/pr-3012057324/nano-suratno–maestro-sunda-yang-melegenda

Panjalu.net. (2020, Juni 3). Nano S., pencipta lagu “Kalangkang” dan pembaru musik Sunda. Panjalu.net. Diakses 5 November 2025, dari https://www.panjalu.net/2020/06/nano-s-pencipta-lagu-kalangkang-dan.html

Gamelan.org. (1995). Commissioned works: Contemporary composers and gamelan collaborations. Gamelan.org. Diakses 5 November 2025, dari https://www.gamelan.org/jodydiamond/writing/commissions.pdf

Institut Seni Budaya Indonesia Bandung. (2022). Profil dosen: Suhendi Afryanto. ISBI Bandung. Diakses 5 November 2025, dari https://isbi.ac.id

Universitas Pendidikan Indonesia. (2009). Pendidikan seni karawitan dalam pembentukan karakter kebersamaan mahasiswa [Laporan penelitian]. Repositori UPI. Diakses 5 November 2025, dari https://repository.upi.edu/3118

Majalah Sora. (2019, November 10). Festival Budaya Nusantara III ISBI Bandung: Seni tradisi sebagai kekuatan kontemporer. MajalahSora.com. Diakses 5 November 2025, dari https://majalahsora.com/festival-budaya-nusantara-iii-isbi-bandung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *