-
ASMAT DREAM: Gagasan Pembaruan Musik Tradisi sebagai Lahan Eksperimen Komposer Sunda Era 1989
https://www.discogs.com/release/10731860-Suhendi-Afryanto-Dody-Satya-Ekagustdiman-Harry-Roesli-Nano-S-Asmat-Dream-New-Music-Indonesia-Vol-1-S Dirilis pada tahun 1989 oleh label internasional Lyrichord Discs Inc. (New York,US), diproduseri oleh Jody Diamond dan Larry Polansky album Asmat Dream: New Music Indonesia, Vol. 1 (Sunda) menjadi tonggak penting dalam sejarah musik kontemporer Indonesia. Album ini bukan sekadar dokumentasi bunyi, melainkan sebuah pernyataan estetik dan intelektual tentang bagaimana musik tradisi dapat diperbaharui, diolah, dan ditempatkan…
-
Mengapa Istilah Kawih,Tembang dan Cianjuran Perlu Diluruskan?
Dalam perkembangan wacana kesenian Sunda, dua istilah yang kerap digunakan secara tumpang tindih adalah kawih dan tembang dan definisi antara keduanya sering kali disalahpahami. Isu ini juga menjadi salah satu fokus kajian Dian Hendrayana dkk. dalam artikel berjudul “Pelurusan Istilah Kawih, Tembang, dan Cianjuran” yang terbit pada tahun 2020 di Jurnal Panggung. Sebagaimana dijelaskan dalam artikelnya, “kekeliruan…
-
MANG KOKO: Bukan Sekadar Pencipta Lagu dan Pemain Kacapi, Lebih dari itu Ia adalah Wujud dari Semangat Eksplorasi
Haji Raden Tubagus Koko Koswara, atau yang akrab dikenal sebagai Mang Koko, lahir di Indihiang, Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 10 April 1917. Ia merupakan putra tunggal dari pasangan Siti Hasanah dan Muhammad Ibrahim Sumarta, keturunan Sultan Banten sekaligus juru mamaos Ciawian dan Cianjuran. Dari ayahnya, Mang Koko kecil belajar seni tembang Sunda bukan melalui notasi,…
-
Komposisi Musik Apakah Harus Selalu Berujung Menjadi Sebuah “Lagu”?
Selama ini, kata komposisi dalam musik sering diasosiasikan dengan bentuk akhir berupa “lagu” yakni karya musik dengan struktur yang terukur (intro, bait, reff, dst.), memiliki lirik, melodi utama, harmoni, dan durasi yang relatif tetap. Dalam paradigma musik populer, selesainya sebuah komposisi biasanya berindikasi bahwa karya itu bisa dimainkan, direkam, atau dinyanyikan. Namun, pandangan ini membatasi…
-
Bandung dalam Lintasan Album Kompilasi “Those Shocking Shaking Days”
Those Shocking, Shaking Days: Indonesian Hard, Psychedelic, Progressive Rock and Funk 1970–1978 adalah album kompilasi yang dirilis oleh label Amerika Serikat Now-Again Records pada tahun 2011. Album ini berisi 20 lagu dari berbagai band Indonesia era 1970-an, menyoroti masa keemasan musik bawah tanah yang sarat dengan nuansa rock keras, progresif, psikedelik, dan funk, di tengah situasi politik…
-
Harry Roesli: Musik, Perlawanan, dan Bandung
Bandung, dekade 1970an. Di tengah jalan-jalan yang dipenuhi aroma bensin, mahasiswa berambut gondrong, dan semangat protes yang belum padam, seorang pemuda bernama Djauhar Zaharsjah Fachrudin Roesli atau yang dikenal dengan nama Harry Roesli melangkah dengan langkah yang tidak biasa. Ia datang dari keluarga terhormat ayahnya seorang perwira tinggi militer, kakeknya sastrawan legendaris “Sitti Nurbaya” Marah Roesli,…
-
Bandung Eksplorasi: Menembus Batas, Menyusun Ulang Peta Eksperimen Seni
Bandung selalu menjadi kota yang hidup dari denyut eksplorasi dan eksperimentasi. Dari masa ke masa, kota ini melahirkan gerakan-gerakan seni yang tidak hanya merefleksikan zamannya, tetapi juga memicu cara berpikir baru tentang apa itu seni, siapa yang berhak berbicara melalui seni, dan bagaimana seni dapat membentuk cara kita memahami dunia. Jejak itu dapat ditelusuri dari…
